Dongeng sangat bermanfaat untuk mebentuk karakter anak dan sebagai salah satu metode untuk lebih mengenalkan budaya literasi. Budaya dongeng dari orang tua kepada anak semakin jarang ditemui, sehingga dongeng harus terus dihidupkan terutama oleh keluarga dan saat ini budaya dongeng dari orang tua kepada anak juga sudah mulai langka.
Rabu (05/01/2022) dalam rangka memasuki pemebelajaran semester genap, MI Muhammadiyah 16 Jumput atau bias di singkat MI Munalas Jumput menghadirkan seorang pendongeng Nasional yang biasa di panggil Kak Ferry dari dongeng pustaka, dengan tujuan mengenalkan budaya literasi melalui dongeng.
Selain dapat membentuk karakter anak, mendongeng juga dapat meningkatkan kecerdasan anak, sedangkan mendongeng secara rutin cukup efektif dalam mengakrabkan hubungan antara orang tua dengan anak, melalui dongeng anak bias belajar kosakata baru, belajar untuk mengekspresikan perasaanm seperti senangm sedih ataupun marah serta menyera nilai-nilai kebaikan dari dongeng tersebut.
Acara mendongeng ini berlangsung dengan sangat seru dan meriah dan diikuti dengan penuh antusias oleh semua siswa-siswi MI Munalas. Acara di mulai pukul 09.00 selesai pukul 10.30.
Sebelum mendongeng, Kak Ferry mengajak anak-anak untuk senam ala dongeng pustaka. Dengan kegiatan ini yang terhibur bukan hanya para siswa, tetapi para guru juga ikut terhibur. Kemudian acara di lanjutkan dengan ice breaking dan dan kemudian di teruskan dengan mendongeng dari Kak Ferry yang berjudul Sumi si anak yang baik hati.
Kak Ferry menceritakan, seorang anak bernama Sumi yang tinggal di sebuah desa yang mempunyai sifat yang baik hati, yang sangat sayang pada orang tua dan kakeknya dan sangat dermawan.
Di akhir cerita Kak Ferry berpesan kepada anak-anak. “Anak-anak harus berbuat baik kepada orang tua, kakek dan nenek ya, dan juga kalian harus rajin bersedekah, karena dengan bersedekah kita bisa berbagi kebahagiaan dengan orang lain.” Ujarnya.
Acara selanjutnya membaca buku cerita, anak-anak di persilahkan untuk memilih buku cerita yang sudah di sediakan untuk di baca. Murid-murid MI Munalas sangat antusias sekali melihat buku bacaan yang banyak dan berbagai macam cerita yang tersaji, bahkan ada yang membaca berganti-ganti buku cerita. “menarik sekali bukunya, sangat sangat suka sekali, apalagi bukunya banyak gambar-gambar yang menarik”. Kata Sabiq murid kelas 1 MI Munalas.
Bidara Murid kelas 4 mengatakan, sangat senang sekali, karena baru kali ini di sekolah ada acara mendongeng. “saya sangat senang sekali, mendengarkan dongeng dari Kak Ferry, orangnya lucu dan tidak bosan ketika mendengar ceritanya, apalagi ada boneka lucu yang bisa bicara,” katanya.
Kepala MI Munalas Jumput Shaleh Bayasut, S.Pd.I menyatakan, dirinya tertarik mengundang Kak Ferry dari dongeng pustaka Bojonegoro dengan tujuan untuk menyenangkan anak-anak. “saya ingin anak-anak bergembira dan bersemangat untuk kembali belajar di madrasah setelah libur semester ganjil, dan juga agar anak-anak bisa lebih mencintai buku atau literasi melalui dongeng, semoga melalui dongeng ini siswa-siswi MI Munalas bisa bertambah minat membaca, karena membaca adalah salah satu jendela dunia,” imbuhnya.
Salah satu guru MI Muhammadiyah 16 Jumput. Iffah Aisiyah, menambahkan bahwa dengan mengundang Kak Ferry ini, tidak hanya membuat anak menjadi terhidur dan bergembira, tetapi juga mengajarkan kepada mereka untuk meningkatkan budaya membaca dan juga untuk menumbuhkan jiwa berbagi dan peduli terhadap sesame.